Memasyarakatkan Olahraga Mengolahragakan Masyarakat

Panduan Sebelum Anda Menonton Siaran Langsung dan Berolahraga

Aturan Bosman (Bosman Ruling)

Aturan Bosman (Bosman Ruling) telah mengubah wajah sepakbola Eropa, terutama dalam hal transfer pemain. Sebelum adanya Bosman Ruling, klub sepakbola merupakan majikan bagi pemain dalam skuadnya. Setelah adanya Bosman Ruling, pemainlah yang menjadi raja. Pemain andal bisa mendapatkan jutaan dolar setiap tahun.

Bosman Ruling melarang adanya harga transfer untuk pemain yang telah selesai masa kontraknya. Sebelum itu, klub bisa mendapatkan kompensasi dari transfer pemain meskipun pemain tersebut telah habis kontraknya. Selain itu, klub juga bisa mengganjal perpindahan pemain yang habis masa kontraknya ke klub lain.

Bosman Ruling menetapkan bahwa klub tidak berhak menahan pemain yang masa kontraknya selesai untuk mendapatkan kompensasi. Pemain tersebut masuk kategori “bebas transfer”. Jika pemain tersebut menandatangani kontrak jutaan dolar, klub lamanya tidak mendapatkan apapun. Klub pembelinya bisa menjadikan nilai transaksi tersebut sebagai gaji bagi pemain tersebut dalam masa kontrak.

Bosman Ruling juga menolak batasan pemain asing yang boleh bermain dalam pertandingan di liga dalam negara-negara Eropa seperti yang diberlakukan UEFA. Sebelumya, UEFA menetapkan peraturan “tiga plus dua” untuk pemain asing yang turun dalam turnamen Eropa, yakni hanya boleh tiga pemain luar Uni Eropa dan dua pemain “asimilasi”, yakni pemain asing yang sudah bermain di liga melalui jalur pemain muda.

Pengaturan Bosman ini mempersulit upaya UEFA menumbuhkan pemain-pemain andal lokal. Meski begitu, pengaturan UEFA “tiga plus dua” telah mempersulit klub-klub memainkan semua pemain andalannya dalam sebuah pertandingan.

Bosman Ruling muncul berkat jasa Jean-Marc Bosman, pemain di RFC Liege, klub divisi dua Liga Belgia. Kontraknya berakhir pada 1990 dan dia berniat pindah ke Dunkerque, klub di Prancis. Namun Dunkerque tidak memberikan kompensasi transfer yang cukup kepada RFC Liege. Klub Belgia itu menolak perpindahan Bosman.

Bosman sendiri bukan termasuk tim inti di RFC Liege sehingga gajinya pun diturunkan. Merasa teraniaya, Bosman membawa kasus itu ke European Court of Justice (ECJ) di Luxembourg. Setelah perjuangan yang panjang, dia memenangkan kasus tersebut dan pada 15 December 1995, pengadilan memberi pemain tersebut, dan juga semua pemain di Eropa, untuk bebas transfer setelah kontrak mereka habis.

Sumber: Liputan Bola

Link yang berkaitan dari Wikipedia:

Filed under: Serba-Serbi, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sabalong Samalewa

free counters

RSS Free Mp3

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Lintas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Terjemahkan Ke Bahasa:

Status YMku…

April 2009
S S R K J S M
    Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip Sport’s

RSS Liga Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Beritabola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Link

Situs Resmi Formula 1 Flinst = Warnet Asyik di Sumbawa Blog Gado-Gadonya Tau Samawa Situs Resmi MotoGP Situs Resmi Liga Inggris Situs Resmi Liga Champions Situs Resmi PSSI Situs Resmi NBA Situs Resmi Chelsea FC Situs Resmi Inter Milan FC Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Suzuki Sumbawa Situs Resmi Superbike World Championship ifa.com - Situs Resmi Federasi Asosiasi Sepakbola Sedunia www.espnstar.com - Situs Resmi ESPN
%d blogger menyukai ini: